Belajar dari Alam, Belajar Berproses

Dengan berproses, sesungguhnya seseorang sedang menempa dirinya menjadi pribadi tahan banting”

Menyisihkan waktu beberapa hari di tempat semisal GriyaAgro, Cibatubelah, Purwakarta, punya tujuan beragam. Di antaranya Sekolah Alam; atau belajar tentang kehidupan darilingkungan, dari alam. Banyak hal dapat dipelajari, mulai dari ilmu yang langsung terkait dengan lingkungan alam seperti riset biologi atau pertanian. Sampai refleksi tentang kebijakan hidup.

Nah terkait dengan hal terakhir yakni tentang sikap atau kebijakan hidup, peserta dapat menimba banyak pelajaran di Cibatubelah. Apa misalnya? Misalnya, peserta diajakmenghargai proses. Zaman ini menawarkan segala hal serba instan, cepat, siap pakai dan mengabaikan proses. Mulai dari minum kopi sampai meraih gelar, dapat diperoleh dengan cara instan. Tanpa upaya berarti, orang dapat mereguk kopi instan dan meraih gelar sarjana.

Budaya instan adalah jawaban yang dianggap jitu untuk melewati zaman serba kompetitif. Tetapi jawaban yang dianggap jitu itu seringkali menipu. Alam mengajarkan hal yang berbeda: tidak ada yang instan dalam proses yang alamiah. Ringkasnya, zaman serba instan itu melawan proses alamiah. Dan segala yang melawan alam, melawan kodrat dan cepat atau lambat akan mudah hancur.

Peserta belajar tentang Proses
Barangkali, untuk kebanyakan orang modern proses mendapatkan nasi sangat instan. Datanglah ke gerai makan cepat saji, pesanlah nasi dan bayarlah. Beres. Tidak demikian halnya dengan petani. Proses mendapatkan sepiring nasi adalah proses yang panjang. Bertahap-tahap. Memakan waktu, tenaga dan keuletan luar biasa.

Proses Menanam Padi adalah proses yang panjang

Proses Menanam Padi adalah proses yang panjang


Menyiapkan lahan sawah agar siap tanam dimulai dengan pembersihan lahan. Lalu membajak tanah dan memberi pupuk agar lahan menjadi subur dan gembur.

Benih padi tidak dapat langsung di tabur di sawah begitu saja. Di tempat yang dikususkan benih padi disemai sebelum siap di tanam di sawah.

Proses pemeliharaan sawah adalah proses penuh kesabaran, merawat dan pertarungan sengit melawan hama tanaman yang siap memangsa hasil kerja mereka. Sebutlah hama wereng, tikus sampai serangga lain dan burung pemakan padi.

Proses panen padi barulah sebagian perjalanan mencapai nasi. Pekerjaan memanen, selanjutnya menjemur dan menggiling padi harus dilakukan sebelum akhirnya menjadi beras. Siap untuk ditanak menjadi nasi.

Di GriyaAgro, para tamu dapat belajar banyak dari kerja petani atau pekerja kebun. Mereka belajar tentang proses. Proses membuat. Proses kreatif. Proses hidup.

Seorang peserta sekolah alam menulis refleksinya begini, “Dengan menghargai proses, saya belajar sesuatu. Jawaban untuk memenangi zaman sebar kompetitif bukan melulu menghasil barang atau produk akhir dengan cepat dan efisien. Produk yang instan itu akan segera dikalahkan oleh produk yang lebih instan.”

Karenanya mereka yang akan memenangi jaman terutama adalah pribadi unggul yang tahan uji, tahan banting, tidak mudah putus asa, cerdas melihat peluang, pekerja keras. Dan pribadi unggu itu dihasilkan dari kesediaan mengalami proses dan menolak cara serba instan. Dengan berproses, sesungguhnya seseorang sedang menempa dirinya menjadi pribadi tahan banting.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s