Outbound, untuk Apa?

Outbound untuk organisasi atau perusahaan. Untuk Apa? Anda mungkin pernah mendengar pepatah ini “A chain is only as strong as its weakest link”. Terjemahan bebasnya, kekuatan rantai dicerminkan oleh mata rantainya yang paling lemah. Paling gampang memahami pepatah itu adalah dengan melihat gambar di bawah ini.

Mata rantai terlemah, cerminan kekuatan rantai

Mata rantai terlemah, cerminan kekuatan rantai

Perhatikan mata rantai berwarna merah dalam gambar di atas. Itu adalah mata rantai terlemah dari rantai. Nah, kekuatan rantai = kekuatan mata rantai terlemah. Jadi, kekuatan organisasi = kekuatan anggotanya yang paling malas!

Branding, pencitraaan perusahaan atau organisasi dianggap sebagai rumus utama dalam memenangkan kompetisi. Lihatlah bagaimana iklan menampilkan kekuatan kehebatan suatu perusahaan, organisasi atau produk tertentu. Teknologi terbaru, pengiriman tercepat dan tepat waktu, harga termurah, pelayanan terbaik, produk terunik adalah aneka kekuatan yang sengaja ditonjol-tonjolkan untuk membuat usaha, branding, atau produk menjadi no 1 di antara kompetitor mereka.

Kesibukan luar biasa untuk menonjolkan kekuatan+kehebatan, kerap membuat organisasi abai pada kelemahan-kelemahan mereka. Ingin tampil hebat, kelihatan tampan dan cantik adalah dorongan alamiah. Tak perlu motivator ulung atau ahli management untuk mengajarkan hal ini.

Namun, Anda memerlukan kematangan emosional untuk mengakui kelemahan-kelemahan organisasi, serta kepiawaian seorang konduktor untuk mengolah kelemahan itu agar kekuatan organisasi menjadi makin berbobot. Di situlah peran outbound training atau experiential learning models atau pembelajaran dengan cara mengalami.

Model belajar dengan cara mengalami, memungkinkan peserta terlibat secara aktif. Dengan aneka games, partisipan dapat menghadapi kelemahan dan kekurangan secara “fun” dan mengakui kekuatan yang lain secara sportif. Partisipan merasa beguna, karena aneka strategi yang hendak diterapkan setelah training didasarkan pada masukan dari mereka.

Outbound, experiential learning

Outbound, experiential learning

Kunci akhir untuk mendapatkan hasil outbound yang optimal bagi perusahaan adalah pertanyaan yang efektif dalam menggali makna dari tiap games. Tanpa pendalaman yang terarah, outbound training hanya menjadi permainan yang menyenangkan. Akhirnya, fasilitator yang mempunyai pengalaman luas serta pemahaman yang dalam menjadi faktor yang amat menentukan dalam keberhasilan suatu outbound training. Fasilitator semacam ini menjadi seolah pemancing ahli yang berhasil mengeluarkan aneka kekuatan dan kebijakan dalam diri dan benak para peserta training.

Iklan

2 responses to “Outbound, untuk Apa?

  1. keren! baru aja kemarin ikut outbound di pengalengan πŸ˜‰ yang terasa sekarang jadi makin akrab dengan peserta lain dan menambah pengetahuan tentang diri juga πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s