Bosan di Mall: Eco Wisata, Family Gathering?

Seorang teman berwarganegara swiss telah cukup lama tinggal di Jakarta. Ia sudah berkeluarga dan mempunyai beberapa anak yang beranjak remaja. Penghasilan sebagai expatriat di Jakarta terbilang cukup dan jauh lebih baik dibanding penghasilan di negara sendiri. Praktis, ia senang tinggal di jakarta.

Belum lama ini kami mendengar kabar bahwa ia memutuskan kembali ke negara asalnya. Apa pasal? “Demi pertumbuhan anak-anak”, katanya di email. Ia sebetulnya betah betah saja bahkan senang tinggal di Jakarta. Namun ia kehabisan ide setiap kali mengajak anak anak mengisi akhir pekan. Jakarta hanya menyediakan mall untuk akhir pekan. Ujungnya anak menjadi konsumptif dan tidak mempunyai wawasan tentang berbagai aspek. Sebutlah beberapa hal saja: keinginan untuk berpetualang, ketrampilan untuk berkelompok, kepekaan pada alam sekitar, ketangguhan fisik.

Kalau mau jujur, keprihatinan sang teman swiss itu adalah keprihatinan keluarga-keluarga di kota besar. Mereka umumnya tidak mempunyai alternatif hiburan dan liburan lain selain mall dan gadget.  Sebagian menyadari, sebagian (besar) mungkin tidak lagi menyadari.

Keterbatasan lingkungan sosial anak-anak menambah persoalan, sehingga aneka kemampuan dalam diri anak-anak tidak terasah keluar. Mereka tidak mempunyai teman bermain sebaya, kecuali di sekolah. Lingkungan alam disekelilingnya tidak ramah, berbahaya dan penuh polusi. Akibatnya anak-anak tidak mempunyai peluang untuk bertumbuh secara lengkap.

Belajar Berpetualang: Flying Fox

Belajar Berpetualang: Flying Fox

Perlunya Liburan Alternatif
Inilah yang dibutuhkan anak-anak dan keluarga di kota besar: lingkungan bermain yang natural, berpetualang, mengekplorasi alam serentak membangun ketrampilan bersosialisasi. Dalam hal ini, tempat kami dapat menjadi alternatif untuk menjawab kebutuhan itu. Keaslian lingkungan pertanian, hutan dan kebun merupakan keunggulan yang kami miliki. Tentu ada alternatif lain bila Anda menginginkan suasana alam laut dan pantai. Anda dapat memilih pergi ke pulau.

Nah, apa pun pilihannya sarana akomodasi yang sederhana, (apa lagi kalau memilih tenda sebagai sarana tidur) justru menjadi kekuatan untuk mengasah jiwa petualang dalam mengeksplorasi alam. Kita sebut saja liburan alternatif ini sebagai Eco Wisata. Liburan bergenre lingkungan

Eco Wisata + Family Gathering
Eco wisata akan semakin kaya bila dilakukan dalam kelompok yang cukup untuk aneka interaksi sosial. Baik dengan yang sebaya maupun antar generasi. Nah mengapa Anda tidak memadukan acara ecowisata dengan family gathering?. Aneka permainan dan perlombaan yang didesain dengan baik akan memperkaya kemampuan interaksi sosial, mengembangkan kepekaan akan alam sekitar dan tentunya semakin mengakrabkan.

Permainan dalam Family Gathering

Permainan dalam Family Gathering

Family gathering bisa diorganisir dari banyak kemungkinan. Yang pertama, adalah lingkungan keluarga sendiri. Mungkin anda bosan dengan acara re-uni keluarga yang itu-itu saja. Nah mengapa Anda tidak mencoba menggabung acara reuni keluarga dalam bentuk ecowisata. Bereuni di lingkungan pertanian mungkin sesuatu yang eksotik.

Kedua, sudah umum terjadi adalah family gathering yang diselenggarakan oleh perusahaan. Perusahaan mengadakan family gathering, alias liburan bersama, sebagai ucapan terimakasih kepada karyawan sekaligus kesempatan untuk mengakrabkan satu sama lain.

Ketiga, ecowisata-family gathering warga se RT, atau lingkungan ibadah (masjid/gereja dsb) akan menjadi ide yang menarik bukan? Pernahkah Anda mencoba dalam bentuk camping?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s