Mengembangkan Materi LDK untuk SMU: Eco-Leadership

Materi Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) untuk siswa/i SMA cenderung stagnan. Materi yang diberikan tidak mengalami pengembangan ataupun pendalaman yang lebih berarti. Sejak jaman orde baru isi dari materi LDK cenderung militeristik yang mengedepankan latihan dibidang fisik (baris ber baris) dan mental.

Tujuan yang hendak dicapai dengan kedua bentuk latihan tersebut adalah disiplin serta ketangguhan mental dalam memimpin.

Bentuk-bentuk latihan yang bersifat fisik, terutama dilakukan melalui latihan baris berbaris. Mulai dari ketrampilan baris-berbaris tingkat dasar, menengah sampai tingkat yang lebih tinggi.

Sedangkan latihan mental diisi dengan aneka kegiatan alam/outbound seperti hiking, menyebrang sungai, mendaki bukut sampai menyusuri pematang sawah.

Tambahan permainan yang memiliki nilai kepemimpinan acap memeriahkan acara LDK. Aneka permainan yang sering diberikan di dalam LDK misalnya: memasukkan paku ke dalam botol, bisik berantai dan sebagainya.

LDK

Mengembangkan materi LDK
Seiring perkembangan pengetahuan, teknologi dan kompleksitas masalah materi LDK, menurut kami perlu ditinjau ulang. Bukan berarti bahan-bahan yang ada tidak penting atau kedaluwarsa. Namun, perlu sekali pengkayaan dan pendalaman agar LDK semakin bermanfaat. Selain latihan fisik, peserta LDK perlu dipekali dengan pengetahuan dan ketrampilan memimpin.

Pada tahap paling awal LDK, salah satu hal yang seringkali diabaikan dalam LDK adalah self-essessment dan peers-assessment. Yaitu proses awal untuk menilai benih-benih kepemimpinan yang sudah dimiliki oleh peserta. Sekaligus mendeteksi kelemahan-kelemahan yang mungkin menghambat perilaku seorang pemimpin.

Dengan assessment ini, aneka materi di sessi berikutnya akan lebih terarah yaitu menguatkan segi-segi positif yang sudah ada di dalam diri peserta maupun mengatasi kelemahan kelemahan-kelemahan.

Saling memperkaya pengalaman memimpin
Peserta LDK perlu menyadari berbagai situasi yang membutuhkan kepemimpinan. Ada beragam situasi yang membutuhkan kepemimpinan. Beberapa contoh situasi tersebut misalnya:
– Kepemimpinan menciptakan situasi yang membuat orang bersemangat
– Kepemimpinan yang menciptakan “surprise”
– Kreativitas dalam suatu peristiwa atau isu
– Mommet “aha” (menemukan ide baru)
– Improvisasi yang cerdas
– Situasi sulit yang membutuhkan kepemimpinan
– Menemukan “insight”
– Mengatasi konflik
– Kepemimpinan dalam situasi emosional
– Pengalaman diserang/dibully dsb.

Dalam acara ini, peserta dibagi dalam beberapa kelompok kecil.Merea ditugaskan untuk menulis pengalaman dan menceritakan aneka situasi dimana mereka “dipaksa” untuk menunjukkan ketrampilan memimpin. Dengan sharing ini, peserta secara tidak langsung diperkenalkan akan luasnya aspek kepemimpinan dalam situasi konkret.

Belajar dari Sejarah Pemimpim Negeri maupun Tokoh Sukses
Peserta diajak untuk mendalami aspek kepemimpinan dari tokoh-tokoh sukses yang mereka kenal. Tidak perlu banyak tokoh ditampilkan. Dengan mendalami biografi 2-3 tokoh yang mereka kenal, baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup, para peserta belajar berbagai aspek yang membentuk seseorang menjadi pemimpin yang ideal. Peserta juga diajak untuk mengenal berbagai karakter yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin.

Mengembangkan Eco-Leadership

Aktivitas di luar ruang (outbound) kerap terfokus pada permainan. LIngkungan tempat bermain sering tidak mendapat perhatian. Seringkali mereka mengabaikan pelajaran-pelajaran berharga yang di dapat dari lingkungan. Peserta dibiarkan membuang sampah sembarangan selama LDK. Bahkan dibiarkan merusak tanaman dan alam sekeliling.

Kita belajar bagaimana bencana alam seperti banjir, longsor dan polusi sangat meningkat akhir-akhir ini. Kalau kita mencermati, bencana alam seperti banjir, serta kemiskinan para petani antara lain adalah akibat dari model kepemimpinan yang mengabaikan aspek lingkungan.

GriyaAgro yang memfasilitasi LDK baik untuk siswa SMA maupun mahasiswa memberi satu aspek tambahan yang tidak kalah penting yaitu aspek lingkungan. Peserta diajak untuk menyadari keterbatasan daya dukung lingkungan terhadap kehidupan. Baik dalam penyediaan energi, pangan maupun lahan. GriyaAgro percaya bahwa pemimpin yang baik, adalah pemimpin yang mempunyai wawasan lingkungan yang luas.  Itulah yang kami maksud dengan eco-leadership.

Bencana tanah longsor dan banjir yang sekarang sedang terjadi adalah contoh paling nyata, kurangnya wawasan lingkungan dalam diri para pemimpin. Aneka aktivitas yang diramu oleh TIm di Griya Agro hendak melengkapi aspek kepemimpinan dalam diri peserta LDK. Silakan kontak kami bila Anda berminat mendapatkan informasi lebih lanjut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s