Alam Tak Pernah Memaafkan

God always forgives, man sometimes forgives, but nature never forgives. Ungkapan ini seringkali dianggap berasal dari Agustinus, seorang suci dari Gereja Katolik. Meski asal usulnya diperdebatkan, kebenaran ungkapan itu cukuplah meyakinkan: Tuhan selalu mengampuni. Sesama kita mungkin mengampuni. Tapi Alam tak pernah mengampuni.

Dua aspek pertama vertikal (Tuhan) dan horisontal (sesama),   mendominasi wacana kaum agamawan.  Tetapi aspek locus (tempat, konteks, alam lingkungan),  sering diabaikan.  Kami bergerak untuk mengisi kekurangan itu. Anda ingin ikut?

Banjir yang melanda Jakarta, Pantura, Kudus, juga Sulawesi utara dan berbagai wilayah lain adalah bentuk balasan alam paling nyata atas ulah manusia. Kebijakan politik yang abai pada lingkungan, produk hukum yang melegalkan pengurasan sumber daya, tata ruang yang tak perhatikan keseimbangan alam,  dan gaya hidup yang merusak lingkungan, berbalas bencana.

Pentingnya merefleksi ulang iman dan (kerusakan) lingkungan dirasakan oleh semua beragama. Umat Islam mengembangkan Fiqh al-Bi’ah terhadap masalah lingkungan hidup. Fiqh al-Bi’ah adalah pendekatan sistematis dan rinci yang mencoba menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi umat berdasarkan ajaran ajaran islam yang terkandung dalam Quran dan Sunnah. Dan persoalan nyata itu utamanya sekarang adalah masalah kerusakan ingkungan, overpopulasi, dan perubahan iklim.

Teolog-teolog kristen dan katolik mengembangkan teologi lingkungan dan mengemakan istilah “stewardship” sebagai ganti pendekatan penguasaan dan eksploitasi atas alam. Stewardship menjadi istilah teologis yang menggarisbawahi sikap iman yang solider dengan alam dan lingkungan dan hendak melayani kepentingan lingkungan demi kesejahteraan seluruh alam.

Urgent dan Important
Bencana alam yang dirasakan oleh penduduk di berbagai wilayah di seluruh dunia memberi pesan  jelas. Masalah lingkungan adalah masalah yang mendesak dan penting. Urgent and important. Artinya apa? Artinya, agenda lingkungan hidup harus menjadi prioritas. Prioritas pada agenda lingkungan hidup langsung atau tidak langsung membuat agenda lain harus direset, dipertanyakan dan ditata ulang.

Para ahli sudah mengingatkan perlunya seluruh umat manusia menyadari betapa daya dukung (carrying capacity) bumi semakin terbatas. Penyebabnya adalah overpopulasi (khususnya di asia dan afrika)  dan gaya hidup yang abai lingkungan. Tentang overpopulasi grafik berikut ini  berbicara banyak.

grafik overpopulasi

Perlu 18 abad agar penduduk bumi mencapai 1 milyar. Perlu 123 tahun jumlah penduduk bumi  menjadi 2 milyar. Hanya perlu 85 tahun untuk bertambah dari 2 menjadi 7 milyar. Dan hanya perlu 15 tahun untuk pertambahan penduduk 7 milyar menjadi 8milyar. Cobalah sekali waktu Anda mengklik laman worldometer.info Di laman itu diperlihatkan real time pertumbuhan jumlah penduduk detik demi detik! Pertumbuhan yang exponensial ini tak pelak membuat bumi semakin tak berdaya memenuhi kebutuhan manusia.

Aneka foto berikut ini untuk menunjukkan apakah  overpopulasi itu.

overpopulation

Berenang?

Pemandangan Pagi Hari Salah satu Jalan di Jakarta

Pemandangan Pagi Hari Salah satu Jalan di Jakarta

China saat Olimpiade

China saat Olimpiade

Akibat langsung dari ketidakberdayaan bumi memenuhi kebutuhan manusia antara lain:
– Dalam sepuluh tahun mendatang, 2/3 penduduk bumi hidup dengan tingkat kesulitan air. Sekarang saja, setiap hari lebih dari 1800 anak balita meninggal karena diare dan sanitasi yang tidak layak.
– Overpopulasi berakibat langsung pada peningkatan polusi dan perubahan iklim. Pertanian dan peternakan mengalami kekacauan musim dan produktivitas menurun drastis.
– Ketidakadilan sosial merebak diberbagai belahan penduduk dunia. Ketegangan sosial akan mudah tersulut di berbagai tempat.
– Deforestisasi atau penggundulan hutan semakin masif terjadi, yang mengakibatkan banjir badang, defisit air bersih terjadi dimana-mana.

Polusi Sampah

Polusi Sampah

Daftar masalah di atas dapat diteruskan oleh karena ada efek multiplier dari kombinasi masalah satu dengan yang lain. Kesimpulannya sederhana, masalah lingkungan, overpopulasi dan sederet problematika yang menyertainya adalah masalah yang mendesak dan penting. Prioritas.

Perlu Aksi Nyata dan Perubahan Gaya Hidup Radikal
Para teolog, para ahli dari berbagai bidang ilmu telah mempelajari masalah overpopulasi dan kerusakan alam lingkungan. Data dan refleksi tersebar dimana-mana. Ledakan masalah tidak lagi diambang pintu. Untuk sebagian orang masalah itu telah meluluh lantakan rumah mereka, ladang mereka, sumber penghidupan mereka.

Kalau realita di sekitar kita sudah sedemikian genting, planet kita semakin tak berdaya, sebuah gerakan bersama lintas iman, lintas suku, lintas bangsa, lintas budaya perlu digemakan. Perubahan gaya hidup dan solidaritas sesama warga planet bumi perlu diupayakan

Kami di GriyaAgro Karmel Purwakarta, mendedikasikan tempat, tenaga dan aneka upaya utamanya untuk menjadi bagian dari jawaban atas masalah lingkungan. Hutan dan sumber air kami jaga. Bekerjasama dengan petani sekitar, kami berupaya terus bertanam dan beternak secara sehat. Kami membuka diri untuk beragam kelompok yang datang, dan menyisipkan pesan yang jelas: bahwa semua kiprah kita perlu berwawasan lingkungan.

Kami mengundang aneka kelompok agama, untuk tidak sekedar mengadakan retret, pendalaman iman. Tetapi retret yang berwawasan lingkungan. Kami mengajak siswa dan mahasiswa untuk tidak sekedar mengadakan leadership training. Tetapi eco-leadership, kepemimpinan yang berwawasan lingkungan.

Eco-leadership, eco-retret, green-lifestyle, eco-community, save water save planet. Itulah aneka jargon, semangat, dan tema yang selalu kami usung. Anda tergerak? Selamat datang di griyaagaro Karmel, Purwakarta. Mari bergerak bersama.

Catatan: sumber foto feature

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s