Selamat Datang 2016

Semoga di tahun yang baru ini segala hal yang kita rencanakan menemukan jalannya hingga berbuah sukses. Segenap pengelola Griya Agro Karmel juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membangun kerja sama dengan kami di tahun 2015 lalu.

Kurang lebih sepekan sebelum tahun 2015 berakhir, kami kedatangan serombongan murid sekolah dengan didampingi guru-guru mereka. Mereka berasal dari SMA BUDHI WARMAN II, Jakarta Timur. Mereka menemukan Griya Agro Karmel, lewat penjelajahan di dunia maya. Jumlah anggota rombongan tak bisa dibilang sedikit, sebab hampir mencapai 200 orang. Tapi kunjungan mereka bisa dibilang singkat. Meski bermalam, total keberadaan di Griya Agro Karmel kurang dari 24 jam.

Alternatif kegiatan live-in
Biasanya sekolah bersama para peserta didiknya datang ke Griya Agro Karmel untuk kegiatan live-in. Kegiatan live-in umum dimaknai sebagai kesempatan bagi para murid untuk merasakan denyut kehidupan desa atau wilayah pinggiran dengan cara tinggal bersama warganya. Tujuan utama live-in ialah menumbuhkan kepekaan sosial dan rasa cinta lingkungan sejak dini kepada para peserta. Selain itu dalam kegiatan live-in siswa-siswi juga dilatih membangun kekompakan dan mengembangkan kreatifitas atau daya cipta. Live-in setidaknya berlangsung selama 3 atau 4 hari. Bila lebih lama, tentu saja agenda mengenal lingkungan dan kehidupan warganya bisa lebih bervariasi bentuknya dan makin mendalam.

Namun oleh adanya berbagai agenda lain dalam kegiatan sekolah, tak semua sekolah memiliki waktu yang cukup untuk menyelenggarakan live-in. Bila begitu kondisinya, Griya Agro Karmel pun siap untuk merancang kegiatan mengenal lingkungan alam dan kehidupan warga desa sesuai dengan ketersediaan waktu. Seperti yang terjadi dengan kunjungan siswa-siswi SMA BUDHI WARMAN II tersebut.
Inilah yang kami lakukan buat mereka. Kami siapkan mata kegiatan seperti kerja bakti di lingkungan pemukiman warga, bermalam di rumah-rumah warga, jalan-jalan pagi di persawahan hingga mengenal cara pembuatan gula aren dan belajar membuat pupuk organik serta mengenal aneka tanaman yang tumbuh di wilayah Griya Agro Karmel. Selain itu guna memenuhi kebutuhan murid-murid khususnya dari kelas IPS, kami juga mengundang seorang guru dan seorang bidan serta pengurus koperasi tani. Secara bergantian mereka memaparkan kegiatan pendidikan dan aktifitas pelayanan kesehatan dan kegiatan koperasi di wilayah Kecamatan Pondok Salam, Kabupaten Purwakarta.

Saat persiapan kegiatan yakni beberapa hari sebelum kedatangan rombongan, sebenarnya kami juga menawarkan kegiatan api unggun kepada pihak sekolah. Namun guru pendamping kebih memilih untuk memberikan kesempatan kepada murid-murid menghabiskan malam mereka di rumah-rumah warga. Bagi kami hal itu pun baik adanya. Totalnya ada 35 rumah warga yang kami siapkan bagi para murid dan guru pendamping mereka.

Saat bermalam di rumah-rumah warga para murid bisa mengenal kehidupan warga Desa Salem lebih dekat. Kami pun membekali para murid dengan semacam panduan untuk menggali informasi dari warga khususnya tuan rumah tempat para murid menginap. Kepada para murid kami memperkenalkan para warga yang rumahnya ketempatan untuk diinapi sebagai orangtua asuh.

Berbagai informasi mereka dapatkan dari masing-masing orangtua asuh. Mulai dari profil keluarga orangtua asuh, cerita tentang suka-duka sebagai penduduk desa hingga harapan-harapan mereka sebagai warga desa. Oleh para murid, informasi dan cerita serta ungkapan para orangtua asuh kemudian mereka tuangkan ke dalam sebuah kertas karton lengkap dengan karya ilustrasi murid-murid. Kemudian siswa-siswi menyerahkan kemasan informasi di medium karton itu kepada para orangtua asuh sebagai kenang-kenangan.

Meski serba sebentar, para murid bisa merasakan tinggal dan menginap di rumah warga. Para murid juga punya pengalaman makan bersama mereka dengan menu seperti yang disantap oleh warga desa. Siswa-siswi pun bisa berjalan-jalan di pematang sawah di antara hamparan tanaman padi sambil menghirup udara sejuk. Siswa-siswi juga mengenal salah satu kekhasan Desa Salem yakni produksi gula aren dan pupuk organik. Dan tak kalah penting, para murid masih bisa pula mendapatkan informasi yang berhubungan dengan tugas khusus dari sekolah.

 Kunjungan singkat atau study trip sebagaimana yang telah dilakukan oleh para murid SMA BUDHI WARMAN II, Jakarta Timur bisa menjadi alternatif bagi sekolah-sekolah yang belum bisa mengagendakan kegiatan live-in. Dan di tangan kami, kunjungan sesingkat apa pun tak akan mengurangi sama sekali curahan perhatian dan energi dalam menyiapkan aneka kegiatan dan sarana yang dibutuhkan. Agar tetap menjadi suatu kegiatan yang sangat berarti. Baik bagi para peserta maupun warga desa. (ITN)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s